Kemarin saya belajar tentang keseimbangan pasar. Jadi keseimbangan pasar adalah dimana jumlah yang ditawarkan penjual itu jumlahnya sama/seimbang dengan jumlah yang diminta pembeli. Begini nih kurvanya.
| kurva keseimbangan pasar |
Nah disitu kan antara sumbu S (penawaran) dan sumbu D (permintaan) berpotongan pada titik E (keseimbangan), nah itulah yang dinamakan keseimbangan pasar. Dengan syarat P (harga) dan Q ( jumlah barang) harus sama untuk D (permintaan) dan S (penawarannya). Jika P atau Q berkurang/bertambah pada salah satu di antara D atau S maka kurva tersebut jadi takseimbang dan tak berpotongan di titik E.
Sama dengan cinta, jika cewek dan cowok saling bertemu dan cocok pasti mereka akan sama-sama nyaman dan sama-sama perhatian. Bisa dianalogikan S itu adalah cowok dan D itu cewek, sedangkan P itu kadar kenyamanan dan Q itu perhatian, nah E disini adalah kecocokan. Jika sama-sama nyaman dan sama-sama perhatian maka cewek dan cowok tersebut akan cocok. Tapi perlu di ingat bahwa sumbu S dan D ini hanya berpotongan sekali. Maka wajar jika kadar kenyaman (P) atau perhatian (Q) salah satu berkurang atau bertambah, mereka akan mengalami ketidak cocokan dan akhirnya putus. Putus disini berarti tak seimbang/tidak cocok.
Maka dari itu jika sudah bertemu dan cocok usahakanlah untuk tetap menyeimbangkan.
Jadi teorinya sih kaya kurva keseimbangan pasar, cuma sekali bertemu dan ngga akan bertemu lagi, makannya jangan sia-siain kalo bertemu seseorang. hahahaha
Yak postingan yang ini agak semrawut. Maafkan ya, karena ditulis dengan setengah ngantuk dan maksa buat nulis. Hehehehe
No comments:
Post a Comment